Thursday, 13 May 2010

Ketika Agama dipahami sebagai Nasihat

Banyak sudah orang memahami akan apa yang dinamakan dengan Agama baik itu mereka ambil dari penafsiran sebuah hadist atau kitab-kitab suci. dari hadis yang diriwayatkan Imam Abu Dawud "Agama adalah Nasihat, Agama adalah Nasihat, Agama adalah Nasihat. para sahabatpun bertanya: untuk siapa ya Rasul? Rasul menjawab:"Untuk Allah, Kitab-Nya, Utusan-Nya,para pemimpin kaum mukmin dan budak-budak mereka, dan para pemimpin kaum muslim dan para budak-budaknya"

tujuan dari seorang Utusan Allah yaitu membela kebenaran serta memberikan petunjuk kejalan yang lurus yaitu jalan yang diridlai Oleh pencipta sekalian alam Allah. tugas untuk menyeruh kabaikan ini bukanlah tugas yang sangat mudah bagi mereka yang masih lemah imannya; dibutuhkan keteguhan iman untuk memberantas dan juga melawan kemunkaran yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim.
Tebal
meski demikian untuk menyeruh kebajikan dan mencegah kemunkaran pun Islam senantiasa menganjurkan melakukannya dengan sikap dan cara yang baik. Allah berfiraman: seruhlah, hai Muhammad, umat manusia pada jalan Allah dengan bijak dan nasihat yang baik.(QS.an-Nahl:125) sebuah metode dakwah yang diajarkan dengan cara yang halus dan simpatik ini mengindikasikan bahwa Islam sangat menekankan sikap tepa slira (Toleransi) dalam persebaran Islam. Islam melarang sikap permusuhan dan menebar kebencian diantara manusia. Hal ini karena pada dasarnya agama adalah Nasihat. Nasihat yang baik hanya akan didengar dan diikuti bila disampaikan dengan cara yang baik pula. cara-cara kekerasan dan kebatilan dalam berdakwah justru hanya akan merendakan citra Islam sebagai Rahmat.

Nasihat juga seyogianya disampaikan dengan memperhatikan keadaan yang objektif audien(Objek Dahwah). Nasihat mesti harus memperhatikan sebuah komunikasi dua arah atau bisa juga disebut Dialog, dan yang paling utamanya adalah sebuah nasihat bukan untuk kepentingan dari sang pemberi nasihat akan tetapi juga yang mendengarkan Nasihat itu juga. maka dengan demikian, sebuah nasihat akan benar-benar mampu menyentuh akar permasalahan yang sedang dihadapi Masyarakat dan mampu untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat sehingga menjadikan masyarakat puas dengan penyelasaian permasalahan itu. dengan demikian maka idealnya islam sebagai agama yang menerangi kegelapan akan menarik dan bisa diterima oleh seluruh mannusia sebagai Nasihat yang baik.

Khotimatul husnah 40 Hadist Shahih Pedoman Membangun Toleransi
Reactions:

0 comments:

Post a Comment