Loading
Rabu, 14 April 2010


Santri pondok pesantren secara keseluruhan mempunyai atau memiliki sifat tawadhu' yang sangat besar terhadap gurunya terlebuh kepada pengasuh. Dalam sifat tawadhu' ini peneliti menemukan dari beberapa bentuk penghormatan santri sebagai rasa tawadhu'nya terhadap kyai dan gurunya antara laina.
a. Santri
memiliki kebiasaan mencium tangan kyai dan gurunya.

b. Tidak menatap wajah guru ketika berhadapan.
c. Menundukkan kepala ketika berada didepan gurunya.
d. Suaranya lebih rendah ketika berbicara dengan gurunya.
e. Menggunakan bahasa yang sopan ketika berbicara.

Tetapi peneliti juga melihat bahwa ada santri yang berani dengan gurunya, tetapi keberanian tersebut sebatas penolakan terhadap perintah guru yang sifatnya emosi sesaat seperti terlihat setelah menerima ta'ziran atau hukuman dari seorang kyai/ guru ketika ia melanggar tata tertib pondok pesantren.

Pada sisi lain peneliti menemukan bahwa ada semacam dikotomi (perbedaan) antara guru yang mengajar mata pelajaran umum yang berada di sekolah formal dengan guru yang mengajar fan agama. Ini terlihat dari bentuk penghormatan dan ketawadhu'an seorang santri terhadap guru tersebut. Santri lebih memiliki penghormatan yang lebih terhadap guru fan agama karena mereka lebih memiliki ta'alluq (hubungan) yang sangat besar.Dan begitu sebaliknya guru pada pendidikan formal dihormati tetapi penghormatan terhadap mereka kurang karena mereka merasa kurang memiliki ta'alluq (hubungan) terhadap guru tersebut.


Sugiyanta, Akhlak Santri Dalam Abad 21 Studi Kasus Di Pondok Pesantren Manba'ul Maarif Denanyar Jombang Skripsi 2002,

0 komentar:

Poskan Komentar