Monday, 15 March 2010

PENGEN JADI SANTRI SHALEH APA SALEHOO!!!!!!!!!!!

Menurut pengertian yang dipakai dalam lingkungan pesantren, seorang alim hanya bisa disebut kyai bilamana memiliki pesantren dan santri yang tinggal dalam pesantren tersebut untuk mempelajari kitab-kitab agama Islam
Kata-kata santri memiliki dua makna yakni:
1. Santri adalah murid yang belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren yang datang dari jauh maupun dekat.
2. Santri adalah gelar bagi orang-orang sholeh dalam agama Islam.
Santri merupakan elemen yang esensial dari suatu pesantren, baik yang selama 24 jam tinggal di pesantren atau yang hanya beberapa jam saja dalam setiap harinya. Dengan demikian menurut tradisi pesantren terdapat dua kelompok santri,yaitu:
1. Santri mukim yakni murid-murid yang berasal dari daerah yang jauh dan menetap dalam pesantren. Santri yang sudah lama mukim dalam pesantren biasanya menjadi kelompok tersendiri dan sudah memikul tanggung jawab merngurusi kepentingan pesantren seharĂ­-hari, mengajar santri-santri muda tentang kitab-kitab rendah dan menengah. Kebanyakan mereka datang dari jauh, karena mereka memilih pondok-pondok yang bonafid dan terkenal menurutnya.
2. Santri kalong yaitu murid-murid yang berasal dari desa sekelilingnya, yaitu biasanya mereka tidak tinggal di pondok kecuali kalau waktu-waktu relajar (sekolah dan mengaji) saja, mereka bolak balik dari rumah (mbajak/ nglajo) dalam bahasa jawanya.
Motifasi santri pergi dan menetap disuatu pesantren diantaranya yaitu:
1. Ia ingin mempelajari kitab-kitab lain yang membahas Islam lebih mendalam dibawah bimbingan kyai yang memimpin pesantren tersebut.
2. Ia ingin memperoleh pengalaman kehidupan pesantren baik dalam bidang pengajaran, keorganisasian maupun ingin hubungan dengan pesantren-pesantren terkenal.
3. Ia ingin memusatkan studinya di pesantren tanpa disibukkan oleh aktifitas atau kewajiban-kewajiban sehari-hari dirumah.Disamping itu dengan tinggal di pesantren yang jauh dari kampungnya, yang bisa menyebabkan ia tidak mudah pulang balikmeskipun kadang-kadang menginginkannya.


Nb: Sugiyanta, Akhlak Santri Dalam Abad 21 ( Studi Kasus Di Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif Denanyar Jombang ) Skripsi IKAHA 2002,Hal: 36-37
Reactions:

0 comments:

Post a Comment