Monday, 15 March 2010

KIAI BUKAN HAL YANG SANGAT KERAMAT UNTUK SAAT INI

Menurut asal-usulnya kata “ Kyai “mempunyai arti yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang diantaranya yaitu:
- Kyai sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat, umpamanya “ kyai garuda kencana “ dipakai untuk debutan kereta emas yang ada di Keraton Yogyakarta.
- Kyai sebagai gelar untuk orang tua yang mempunyai keutamaan ilmu agama.
- Kyai sebagai gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pondok dan mengajar kitab-kitab Islam klasik kepada para santrinya. Nah yang terakhir inilah yang lebih populer di masyarakat Indonesia.
- Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada umumnya.
Adapun budaya yang ada dalam pesantren sangat jauh berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Karena pondok pesantren mempunyai keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lainnya. Seperti panca jiwa pesantren. Adapun panca jiwa pesantren yang kami maksud adalah sebagai berikut;
1. Jiwa keihlasan
Yaitu yang berarti sepi ing pamrih rame ing gawe dan tidak terdorong oleh keinginan memperoleh keuntungan tertentu, tetapi semata-mata karena ibadah, karena Allah (lillaahi ta'ala). Kyai dan guru di pondok pesantren ikhlas didalam mendidik dan mengajar, santri di pondok ihlas dalam belajar, suasana di pondok selalu diliputi oleh keihlasan.

2. Jiwa kesederhanaan
Yaitu berati hidup bersahaja atau wajar. Kehidupan sehari-hari di pondok harus sederhana. Hidup sederhana bukan berarti pasif atau nerimo. Hidup sederhana juga bukan berarti melarat atau miskin.hidup sederhana karena kesederhanaan itu mengandung unsur kekuatan, kesanggupan, ketabahan hati serta penguasaan diri dan menjadi senjata ampuh dalam menghadapi perjuangan hidup dan segala kesulitan.
3. Jiwa Ukhuwah Islamiyah yang demokratis.
Yaitu yang berarti bahwa kehidupan di pondok harus selalu di liputi oleh suasana dan perasaan persaudaraan yang akrab, sehingga segala kesenangan dan kesusahan di rasakan bersama dengan jalinan perasaan keagamaan. Persaudaraan ini bukan saja selama di dalam pondok atau pesantren itu sendiri, tetapi juga harus dapat mempengaruhi kearah persaudaraan dan persatuan ummat dalam masyarakat luas.
4. Jiwa kemandirian.
Mandiri di sini dalam artian bahwasanya santri di dalam pondok tidak diajarkan untuk hidup yang tidak mudah menggantungkan hidupnya pada orang lain kecuali menggantungkan dirinya pada Allah SWT belaka.
5. Jiwa bebas dalam memilih alternatif jalan hidup dan menentukan masa depan dengan jiwa besar dan sikap optimistis menghadapi segala problematika hidup berdasarkan nilai-nilai Islam
Kecuali itu pesantren di dalam menjalankan roda pendidikannya mempunyai prinsip-prinsip sistem pendidikan tersendiri. Adapun prinsip-prinsip sistem pendidikan pesantren sebagai berikut:
a. Sukarela dan mengabdi
b. Kearifan
c. Kesederhanaan
d. Mengatur kegiatan bersama
e. Mandiri
f. Mengamalkan ajaran agama
g. Pesantren adalah tenpat mengamalkan ilmu dan mengabdi
h. Tanpa ijazah
Reactions:

0 comments:

Post a Comment