Sunday, 14 March 2010

MENGAPA DISEBUT PESANTREN DAN BAGAIMANA SEJARAH PESANTREN

Berbicara tentang pesantren tidak akan lepas dari pembahasan tentang pendidikan Islam, sebagaimana tidak lepas dari sejarah perkembangan Islam. Dalam sejarah Islam masjid mempunyai peranan penting khususnya dalam bidang pendidikan Islam, sehingga dikatakan bahwa kemajuan atau kemunduran Islam pada suatu negara tergantung pada kemajuan atau kemunduran masjid dalam kegiatannya.
Ketika Nabi Muhammad Saw, datang di Madinah pertama kali yang ia kerjakan adalah membangun masjid. Dimasjid itulah ia mulai membangun masyarakat Islam. Dimasjid itu pula ia mengerjakan sholat dan berceramah (berdakwah ) mengajar orang-orang muslim tentang agamanya.
Beginilah awal mula sistem pondok pesantren, sedangkan orang-orang yang belajar adalah para sahabat rosul dan mereka itulah orang-orang yang belajar langsung dari Rosulullah Muhammad SAW. Mereka dapat disebut murid-murid pesantren. Dan keluarlah dari pesantren ulama-ulama besar yang namanya tidak akan terhapus hingga kini diantaranya Abu Dzar, Abu Darda’, Abu Hurairah dan lain-lain. Kemudian kaum muslimin membuka negara-negara baru dan Islam tersebar didalamnya secara bebas, dan masjid-masjid didirikan pada setiap tempat dan menjadi jantung kehidupan masyarakat Islam, pusat peribadatan dan kebudayaan, dan masjid-masjid itulah pusat kegiatan pendidikan Islam yang disampaikan oleh para 'Ulama dan Kyai.
Setelah Islam sampai dinegara kita Indonesia, dan tersebar didalamnya, maka didirikan masjid-masjid disetiap tempat yang didiami orang-orang Islam. Dan masjid itu menjadi sentral masyarakat Islam dan pusat kegiatan pendidikan Islam yang khusus. Seperti masjid Demak di Demak, masjid Ampel di Surabaya, masjid Giri di Gresik dan lain-lain. Dalam masjid tersebut sebagai tempat belajarnya ulama-ulama besar yang kita sebut Wali Songo Mereka mengajarkan agama kepada masyarakat luas. Dan masjid-masjid yang telah kita sebutkan itu dianggap pondok-pondok pesantren yang pertama di Indonesia.
Adapun pondok pesantren yaitu mula-mula ada seorang kyai (‘Alim) kemudian datang beberapa orang santri yang ingin mengecap (belajar) ilmu pengetahuan dari kyai tadi. Semakin hari semakin banyak santri yang datang, akhirnya tak dapat lagilah mereka tinggal dirumah kyai itu.
Pondok-pondok yang dibangun oleh para santri tersebut, mereka diami selama belajar dengan kyai. Pondok juga disebut “ pesantren “ di Jawa barat, “ Penyantren “ di Madura, “ Rangkah atau Meunasah “ di Aceh dan “ Surau “ di Sumatera Barat.


Reactions:
Categories: , ,

0 comments:

Post a Comment