Monday, 26 April 2010

POTRET KH WAHAB HASBULLAH TENTANG AWAL BERDIRINYA NAHDLATUL ULAMA

Siapa yang tidak tau akan sepak terjak sosok tokoh yang satu ini. orangnya yang sangat tegas dan berkepribadian. dialah founding father Nahdlatul ulama yang mana kalah itu terinspirasi dan berawal dari Nahdlatul Wathan. yang didasarkan akan keinginan untuk menumbuhkan semangat Nasionalisme melalui pendidikan. KH Wahab Hasbullah ialah orangnya.

Awal kelahiran organisasi kaum pesantren yang dibidani oleh KH Wahab Hasbullah yang mana oraganisasi ini sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah yang diawali dengan munculnya beragam organisasi kemasyarakan. dalam hal ini Nahdlatul Ulama terbentuk dari tiang penyangga mulai dari awal yaitu Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Tujjar, dan Tashwirul Afkar.

Awal berdirinya Nahdlatul Wathan ini yaitu pada tahun 1916 yang mana berdirianya Nahdlatul wathan ini sebagai modal awal dalam mengorganisasikan kelompok Ahlussunnah Waljamaah dalam agendanya yaitu politik kebangsaan.

Kemudian pada tahun 1918 KH. Wahab Hasbullah memprakarsai akan adanya sebuah organisasi baru yang bergerak pada sektor ekonomi dengna didirikan sebuah koperasi dagang atau koperasi pedagang dengan dikenal namanya Nahdlatul Tujjar.

Disamping kedua organisasi ini beliau KH Wahab Hasbullah bersama-sama dengan KH. Ahmad Dahlan seorang Ulama terkenal dari daerah Kebondalem Surabaya dan juga bersama Kyai Mas Mansur mendirikan sebuah Organisasi yang pada dasarnya masih mengedepankan akan pentingnya sebuah pendidikan yang mana dikemas dengan sedemikian rupa dengan perpaduan model pendidikan Klasikal akan tetapi pada awalnya organisasi ini adalah sebagai Forum curah pendapat serta transaksi gagasan, baik menyangkut persoalan keagamaan, kebangsaan, dan perkembangan Internasional. yang dinamakan dengan Tashwirul Afkar

Dari ketiga organisasi inilah berdiri sebuah Organisasi Sosial keagamaan yang dinamakan Nahdlatul Ulama. sebuah Organisasi dengan warga terbesar pertama dinegeri ini dengan deklarasi awalnya jam'iyyah diniyyah ijtima'iyah dan juga organisasi sosial keagamaan.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment