Loading
Kamis, 15 April 2010

A.Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan Islam adalah upaya sadar yang dilakukan oleh mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap pembinaan, bimbingan, pengembangan serta pengarahan potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat berfungsi dan berperan sebagaimana hakikat kejadiannya. (prof.Dr.H. Jalaluddin.2002,hal.2009).

B.Pendidikan Agama dalam Pendidikan Islam
Pendidikan agama bukanlah sekedar mengajarkan pengetahuan Agama dan melatih keterampilan anak dalam melaksanakan ibadah. Akan tetapi pendidikan Agama jauh lebih luas dari pada itu.
Diantara tujuannya adalah :

a.Untuk membentuk keppribadian anak, sesuai dengan ajaran agama.
Pembentukan atau pembinaan sikap, mental, dan akhlaq, jauh lebih penting dari pada hanya pandai menghafal dalil-dalil dan hukum-hukum agama, yang tidak diresapkan dan dihayatinya dalam hidup.
Pendidikan agama hendaknya dapat mewarnai kepribadian anak, sehingga agama itu, benar-benar menjadi bagian dari pribadi yang akan menjadi pengendali dalam kehidupan dikemudian hari.

b.Membentuk manusia seutuhnya
Peserta didik tidak hanya dibekali dengan pengetahuan agama atau mengembangkan intlek anak. Hanya dengan mengisi atau menyuburkan perasaan (sentiment) agama saja, akan tetapi ia menyangkut keseluruhan dari pribadi anak, mulai dari latihan-latihan amaliah sehari-hari yang sesuai dengan ajaran agama, baik yang menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan dirinya sendiri. (prof. DR. Zakiah Darajat, 1970.


C.Pengaruh Pendidikan Terhadap Jiwa Keagamaan
Agama menyangkut kehidupan bathin manusia, begitu juga dengan pendidikan yang sangat berpengaruh dalam proses pembentukan pribadi anak didik seutuhnya. Oleh karena itu pengaruh pendidikan terhadap jiwa keagamaan sangatlah penting untuk diketahui guna untuk menanamkan rasa keagamaan pada seorang anak didik.
Diantara pengaruhnya adalah :

a.Pendidikan keluarga
Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar bagi pembentukan jiwa keagamaan.
Menurut para pendidik, keluarga merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan pendidiknya adalah kedua orang tua. Orang tua (Bapak/Ibu) adalah pendidik kodrati. Mereka pendidik bagi anak-anaknya secara kodrati ibu dan Bapak diberikan anugrah oleh Tuhan pencipta berupa naluri orang tua.
Karena naluri inilah, timbul rasa kasih sayang orang tua kepada anak-anak mereka, karena setiap bayi yang dilahirkan sudah memiliki potensi untuk beragama, namun bentuk keyakinan agama yang akan dianut anak sepenuhnya tergantung dari bimbingan, pemeliharaan dan pengaruh kedua orang tua mereka.

b.Pendidikan kelembagaan
Sejalan dengan fungsi dan perannya. Maka sekolah sebagai kelembagaan pendidikan adalah pelanjut dari pendidikan keluarga. Karena keterbatasan para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka, maka mereka menyerahkannya kesekolah-sekolah.
Pendidikan agama dan lembaga kependidikan bagaimanapun juga akan memberi pengaruh bagi pembentukan jiwa keagamaan pada anak. Namun demikian besar kecilnya pengaruh dimaksud sangat tergantung berbagai faktor yang dapat memotivasi anak untuk memahami nilai-nilai agama. Sebab pendidikan agama lebih dititik beratkan pada bagaimana membentuk kerjasama yang selaras dengan tuntutan agama.
c.pendidikan di masyarakat

masyarakat merupakan lapangan pendidikan ketiga. Keserasian antara ketigaketiga aspek lapangan pendidikan diatas itu akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak termasuk dalam membentuk jiwa keagamaan mereka..
seperti diketahui bahwa dalam keadaan yang ideal, pertumbuhan seseorang menjadi sosok yang memiliki kepribadian teritegrasi dalam beberapa aspek : mencakup fisik, psikis, moral dan spritual (M.Buchari : 155) untuk mencapai itu perlu pola asuh yang serasih.


0 komentar:

Poskan Komentar