Tuesday, 23 March 2010

AGAMA IBRAHIM HINGGA MUHAMMAD TAK MENGENAL RADIKALISME DAN TERORISME

Fitrah seorang manusia dan yang paling mendasar pada diri manusia adalah Agama yang mana maksud dari itu adalah sebuah pandangan hidup yang lurus dan mungkin bisa juga dikatakan Hanif. kehanifan agama ini adalah merupakan sebuah ciri seluruh agama yang ada sebelum kerasulan serta sebelum Muhammad SAW terlahir dalam hal ini terbukti dalam sebuah ayat Al-Qur'an Kami telah mewahyukan kepada engkau (Muhammad), hendaknya engkau ikuti ajaran (millah)Ibrahim sebagai seorang yang Hanif. dia bukanlah tergolong kaum musrik(QSan-Nahl:123)maka dapat dipahami bahwasannya Ibrahim bukanlah termasuk suatu golongan Yahudi ataupun Nasrani, karena pada zaman Nabi Muhammad bangsa Yahudi serta Nasrani adalah terkenal akan aksklusif, sektarian serta komunal mereka mengklaim bahwa agamanya adalah agama yang satu-satunya yang paling benar
sedangkan Ibrahim terkenal sebagai bapak monoteisme adalah menandakan bahwasannya adanya suatu keterkaitan antara dengan ajaran yang diajarkan para Rosul yang mana hal ini tercermin dalam ajarannya yang mengakui adanya keesaan tuhan serta pandangan hidup yang lurus yang dikatakan Hanif hadis bukhari yang menjelaskan adanya suatu agama yang toleran serta lurus yang mana ini yang membedakan dengan para kaum-kaum yahudi serta nasrani pada waktu ituAgama yang paling dicintai Alaah adalah agama yang lurus dan toleran (HR Bukhari)ini yang menjadi dasar bahwa islam adalah suatu agama yang romatallilalamin yang tidak membedakan antara Ras serta Golongan atau bahkan warna kulit dan juga Bangsa.
Kehanifan islam inilah yang memberikan "pengakuan" perbedaan terhadap keyakinan lain dengan wujud inklusivisme
maka ketika ada orang yang mengatakan Islam Radikal, Islam Teroris itu adalah sebuah produk orang-orang jelmaan dajjal yang ingin menghancurkan sebuah kehanifan agama yang dibawah para Rosul-Rosul.

Nb: 40 Hadis Sahih pedoman membagun toleransi
Reactions:

0 comments:

Post a Comment