Loading
Selasa, 25 Mei 2010

Suatu waktu HAtim Al-Hisam berkata pada anak-anaknya, "saya bermaksud menunaikan/melakukan Haji." anak-anak itu menangis dan berkata, "siapa yang akan menanggung makan kami?"saat itu Hatim al_hisam mempunyai seorang anak perempuan. anak perempuan ini berkata, abiarkanlah Bapak pergi. toh ia bukan pemberi Rezeki!" maka Hatim pun berangkat.a Sampai larut malam anak-anak Hatim kelaparan. mereka tak henti-hentinya mencerca dan menyalahkan Anak perempuan tersebut. si anak perempuan berdoa,"Ya Allah, janganlah engkau menjadikanku cemoohan mereka!"

Dalam saat yang sama seorang Gubernur lewat ke rumah mereka. Gubernur berkata kepada sebagian orang yang menemaninya, "Tolong carika air!" keluarga atim menyuguhkan kendi baru yang berisi air yang dingin. sang gubernur meminumnya dan berkata," Rumah ini milik siapa?" Para pengawalnya berkata, " ini Rumah Hatim Al-asham." Sang Gubernur memasukkan seikat emas kedalam kendi bekas air tersebut dan beliau berkata,"orang yang mencintaiku, pasti mengikutiku." maka pasukan pengawal sang gubernur ikut serta memasukkan beberapa keping uang ke dalam kendi.

setelah gubernur dan pengawalnya pergi, anak perempuan Hatim menangis ? ibunya berkata,"kenapa Engkau menangis?Mukankah Allah telah memberikan Rezeki yang banyak kepada kita?"ia menjawab"makhluk saja yang melihat kepada kita memberikan bantuan kecukupan, bagaimana jika Allah yang melihat kepada kita?"

cerita-cerita yang lainnya ada juga

dari buku Menggapai Hidayah dari Kisah

0 komentar:

Poskan Komentar