Wednesday, 31 March 2010

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pluralisme Dengan Kehormatan Semua Umat Manusia


"Allah mengharamkan darah, Harta, dan kehormatan kalian sebagaimana haramnya hari dan bulan kalian ini dinegeri kalian........"(HR. Ahamad)Dari Hadis diatas tersirat sebuah pengertian akan pentingnya dan juga kewajiban akan sebuah kehormatan, dan juga hadis diatas menegaskan bahwasannya sebagian kewajiban seorang manusia adalah menjaga kehormatan dirnya sendiri dan sesamanya. dari dapat disimpulkan sebuah makna tidak membedakan agama dan juga yang lainnya,mengapa hal ini harus dilakukan ? karena hal inilah yang akan menjaga seorang manusia terjerembab kedalam lubang kenistaan dan jatuhnyasebuah martabat manusia maka tak ayal manusia seperti hewan yang tak berakal banyak hadis dan juga ayat alqur'an menegaskan bahwasannya manusia dihorati bukan karena harta dan kedudukannya akan tetapi akhlaqnya.
Pada Postingan yang kemarin kita membahas Abdurrahman Wahid yang dipahami dengan Piagam Madinah. Mungkin kurang puas jika kita tak membahas seperti apakah itu piagam madinah yang kala itu dapat mempersatukan umat baik dari kalangan muslim maupun kalangan non muslim dimana hal itu tercetus oleh ide-ide Muhammad sang Rosul akhir zaman, dan untuk mengobatinya mungkin pada popstingan setelah ini.
Untuk kali kami akan membahas ketika pluralisme diartikan sebagai kehormatan semua umat dimuka bumi. dalam hal ini dapat dipahami jika semua umat yang ada dimuka bumi ini tidak dibedakan oleh suatu Agama, Ras, suku, serta lainnya yang mungkin hampir mirip seperti apa yang telah tersebut itu tadi.
Abdurrahman wahid seorang unik yang dipunyai negeri ini mungkin saat ini hampir tidak ditemukan seorang sosok yang mungkin mirip seperti beliau (Abdurrahman Wahid). Beliau seorang cucu Kiai yang sangat disegani di sebuah dusun terpencil di daerah Jombang.Mungkin para pembaca pernah mendengar akan sebuah cerita kala Abdurrahman Wahid membuka sebuah tradisi baru dinegeri ini dengan adanya legalitas kepercayaan konghucu dengan tradisinya, sebuah episod baru dinegeri ini, dan mungkin cerita-cerita yang lainnya tak akan aku tulis akan tetapi mari kita renungkan mengapa harus pluralisme.
kembali pada pokok bahasan awal pada dasarnya semua Agama, Aliran kepercayan, tak menghendaki adanya perbedaan dan juga mengajarkan akan pentingnya sebuah Kehormatan. Menjaga kehormatan adalah sebuah kewajiban hal ini tidak hanya menjaga dirinya sendiri akan tetapi keluarga serta sanak saudaranya. yang mungkin dapat dipahami sebagai masyrakat kecil. contoh kecil ketika sebuah tragedi yang ada dibagian negiri kita Indonesia ini perang antar suku di daerah sampit hal ini tercermin jika kita tak menjaga kehormatan tal ayal sikap kita akn seperti sebuah hewan.
"Kami tetapkan (suatu hukum)bagi bani israil : siapa membunuuh yang lain bukan dikarenakan orang itu membunuh seseorang, bukan pula karena membuat kerusakan, dia seakan akan telah membunuh manusia seluruhnya. siapa memelihara nyawa seorang manusia, ia seakan telah memelihara nyawa seluruh manusia. dan sesungguhnya telah datang kepada mereka para rosul kami dengan membawa ketenrangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu melampauhi batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi (QS. al-Maidah:32)
dari sinilah ending sebuah perjalanan mengapa kita harus menjaga kehormatan dan juga pluralisme harus dijaga karena kita didunia ini tak hidup sendiri akan tetapi hidup dengan berbagai sifat-sifat manusia yang sangatlah kompleks dan banyak serta berbeda-beda dan apa hubungannya dengan Abdurrahman Wahid inilah ajaran yang dapat dipetik dari beliau. yang mana tersirat sebuah makna sikap menjaga kehormatan sesama manusia ini merupakan sebuah tonggak yang akan mengokohkan sikap toleransi terhadap suatu perbedaan yang ada.
perbedaan adalah suatu rahmat
Reactions:

0 comments:

Post a Comment